Kesusu Resmi Jadi Bahasa Indonesia! Kata Sehari-hari yang Bikin Heboh Netizen Ini Sudah Diakui KBBI


FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Siapa yang sering bilang “jangan kesusu” atau “dia kesusu banget nih”? Ternyata, kata yang sudah sangat akrab di telinga masyarakat Jawa dan sering dipakai netizen ini kini resmi masuk Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI)!

Selama ini banyak orang bertanya-tanya apakah kata “kesusu” yang berasal dari bahasa Jawa sudah diakui secara resmi sebagai bagian dari bahasa Indonesia.

Kabar baiknya, jawabannya adalah ya. Kata ini kini tercatat dalam KBBI sebagai kata keterangan (adverbia) dengan arti tergesa-gesa atau terburu-buru.

Menurut KBBI, “kesusu” digunakan untuk menggambarkan seseorang yang bertindak cepat tanpa memikirkan konsekuensi atau persiapan matang terlebih dahulu.

Contoh penggunaannya dalam percakapan sehari-hari:

  • “Dia kesusu mengambil keputusan, akhirnya malah menyesal.”
  • “Jangan kesusu menikah kalau belum siap secara mental dan finansial.”
  • “Karena kesusu berangkat, dia lupa membawa dompet.”

Masuknya kata “kesusu” ke dalam KBBI menjadi bukti nyata bahwa bahasa daerah tidak hanya bertahan, tapi juga mampu memperkaya bahasa Indonesia.

Bahasa memang terus berkembang. Banyak kosakata yang awalnya hanya hidup di masyarakat daerah, lama-kelamaan diserap secara luas dan akhirnya diakui secara resmi.

Fenomena ini juga menunjukkan betapa dinamisnya bahasa Indonesia yang terus terbuka menerima kontribusi dari berbagai budaya daerah.

Sekarang, saat kamu bilang “jangan kesusu”, kamu sedang menggunakan kata yang sudah resmi berstatus sebagai bahasa Indonesia! (jpc-sam/fajar)


PakarPBN


A Private Blog Network (PBN) is a collection of websites that are controlled by a single individual or organization and used primarily to build backlinks to a “money site” in order to influence its ranking in search engines such as Google. The core idea behind a PBN is based on the importance of backlinks in Google’s ranking algorithm. Since Google views backlinks as signals of authority and trust, some website owners attempt to artificially create these signals through a controlled network of sites. In a typical PBN setup, the owner acquires expired or aged domains that already have existing authority, backlinks, and history. These domains are rebuilt with new content and hosted separately, often using different IP addresses, hosting providers, themes, and ownership details to make them appear unrelated. Within the content published on these sites, links are strategically placed that point to the main website the owner wants to rank higher. By doing this, the owner attempts to pass link equity (also known as “link juice”) from the PBN sites to the target website. The purpose of a PBN is to give the impression that the target website is naturally earning links from multiple independent sources. If done effectively, this can temporarily improve keyword rankings, increase organic visibility, and drive more traffic from search results.


Jasa Backlink
Download Anime Batch

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *