FAJAR.CO.ID, JAKARTA — Presiden ke-6, Susilo Bambang Yudhoyono mengungkapkan keprihatinannya terkait dinamika global yang terjadi belakangan ini, terutama situasi yang terus memanas di sejumlah wilayah terutama di timur tengah.
SBY, sapaan akrab Susilo Bambang Yudhoyono mengaku dalam tiga tahun terakhir, dirinya aktif mengkuti perkembangan dunia. Terlebih dinamika global bulan-bulan terakhir ini.
SBY mengaku, sebagai seseorang yang puluhan tahun memperhatikan dan mendalami geopolitik, perdamaian dan keamanan internasional, serta sejarah peperangan dari abad ke abad, dia mengaku khawatir.
“Cemas dan khawatir kalau sesuatu yang buruk akan terjadi. Cemas kalau dunia mengalami prahara besar. Apalagi kalau prahara besar itu adalah Perang Dunia Ketiga,” tandas SBY, dalam unggahannya di media sosial, Senin (19/1).
Dia menegaskan, dengan melihat situasi saat ini, sangat mungkin Perang Dunia Ketiga terjadi. Meskipun, dia mengaku tetap percaya hal yang sangat mengerikan ini bisa dicegah. Tapi, day by day, ruang dan waktu untuk mencegahnya menjadi semakin sempit. Situasi dunia menjelang terjadinya Perang Dunia Pertama (1914-1918) dan Perang Dunia Kedua (1939-1945) memiliki banyak kesamaan dengan situasi saat ini.
Misalnya, munculnya pemimpin-pemimpin kuat yang haus perang, terbentuknya persekutuan negara yang saling berhadapan, pembangunan kekuatan militer besar-besaran termasuk penyiapan ekonomi dan mesin perangnya, serta geopolitik yang benar-benar panas.
“Sejarah juga mencatat, bahwa meskipun sudah ada tanda-tanda nyata bakal terjadinya perang besar, tetapi sepertinya kesadaran, kepedulian, dan langkah nyata untuk mencegah peperangan itu tidak terjadi. Mengapa?,” tandasnya.
News
Berita Teknologi
Berita Olahraga
Sports news
sports
Motivation
football prediction
technology
Berita Technologi
Berita Terkini
Tempat Wisata
News Flash
Football
Gaming
Game News
Gamers
Jasa Artikel
Jasa Backlink
Agen234
Agen234
Agen234
Resep
Cek Ongkir Cargo
Download Film
